Kemitraan ini memadukan teknologi AML dan kapabilitas data terintegrasi milik ZIGRAM dengan keahlian lokal Q2 Technologies untuk mendukung kebutuhan kepatuhan institusi keuangan secara menyeluruh.
Jakarta, 17 September 2026 - ZIGRAM, perusahaan RegTech global yang bergerak di bidang pencegahan pencucian uang, pemantauan fraud, dan financial crime compliance,memperluas kehadirannya di Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dengan Q2 Technologies, perusahaan penyedia solusi financial crime compliance dan keamanan siber di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Maraknya penipuan keuangan di Indonesia turut mendorong kebutuhan akan sistem pemantauan fraud dan financial crime compliance yang semakin kuat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)menunjukkan bahwa sejak diluncurkan pada November 2024, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC)telah menerima 608.167 laporan hingga 30 Juni 2026. Laporan tersebut mencakup 1.085.607 rekening, dengan 557.751 rekening di antaranya telah diblokir. Hingga periode yang sama, sebanyak Rp674,1 miliar dana korban juga telah berhasil diamankan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala dan kompleksitas ancaman fraud di Indonesia, sekaligus memperkuat kebutuhan akan kapabilitas yang dapat membantu institusi keuangan mendeteksi, memantau, dan merespons risiko financial crimesecara lebih cepat dan terintegrasi.
Kemitraan dengan Q2 Technologies menjadi bagian dari langkah ZIGRAM untuk memperluas jangkauan dan kapabilitasnya di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam ekspansi regional perusahaan. Kolaborasi ini mempertemukan RegTech Stack, data, dan intelligence ZIGRAMdengan keahlian pasar lokal, kemampuan delivery, serta pengalaman Q2 Technologiesdalam menangani kebutuhan bisnis di Indonesia, sehingga membuka akses terhadap solusi financial crime compliance yang lebih terintegrasi sekaligus relevan dengan karakteristik pasar lokal.
Dalam kerja sama ini, Q2 Technologies ditunjuk sebagai Authorized Partner ZIGRAM di Indonesia, yang akan mendukung kebutuhan klien mulai dari konsultasi hingga implementasi dan layanan solusi. Kemitraan ini sekaligus memperkuat kehadiran ZIGRAM di pasar Indonesia dengan menghadirkan The Complete AML Systemkepada institusi keuangan, didukung oleh keahlian dan layanan lokal dari Q2 Technologies. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ZIGRAM untuk membangun kehadiran yang lebih kuat di Indonesia sekaligus mendampingi institusi keuangan dalam merespons kebutuhan kepatuhan yang terus berkembang.
Abhishek Bali, CEO dan Co-Founder ZIGRAM, menilai pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan pasar lokal menjadi elemen penting dalam mendukung institusi keuangan di Indonesia.
“Indonesia merupakan pasar strategis bagi ZIGRAM dan memiliki peran penting dalam ekspansi kami di Asia Tenggara. Melalui kemitraan dengan Q2 Technologies, kami memadukan kapabilitas RegTech dan financial crime compliancedengan pemahaman pasar lokal yang kuat untuk membantu bank, perusahaan asuransi, fintech, dan institusi keuangan lainnya menghadapi tuntutan kepatuhan yang terus berkembang. Bersama Q2 Technologies, kami ingin menghadirkan solusi yang membantu institusi mengelola kebutuhan kepatuhan dengan lebih efektif dan percaya diri, sekaligus tetap relevan dengan dinamika regulasi di Indonesia,” ujar Abhishek.
Sementara itu, Zulfadli Zizar, Head of Financial Crime Compliance (FCC) Q2 Technologies, melihat kemitraan ini sebagai peluang untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam penerapan AML, pemantauan fraud, dan financial crime compliance bagi institusi keuangan di Indonesia.
“Kami melihat peluang yang besar untuk mendorong perubahan dalam cara institusi keuangan di Indonesia menerapkan AML, melakukan pemantauan fraud, dan memenuhi kebutuhan financial crime compliance. Bersama ZIGRAM, kami menghadirkan solusi terintegrasi yang mencakup berbagai kebutuhan kepatuhan dalam satu rangkaian, dengan biaya yang disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia. Kami antusias menghadirkan pendekatan yang lebih terhubung, dengan menggabungkan teknologi, data, dan keahlian dalam satu ekosistem,” ujar Zulfadli.
Melalui kemitraan ini, institusi keuangan di Indonesia juga dapat mengakses ZIGRAM’s Complete AML System, yang mencakup berbagai kapabilitas mulai dari customer and name screening, transaction monitoring, entity risk assessment, hingga kebutuhan financial crime compliance yang lebih luas.